Batik, Media Tradisional untuk Pesan Global

Yogyakarta (ANTARA News) - Batik bisa menjadi media yang menyuarakan gagasan maupun ajakan untuk mencintai lingkungan, kata pelukis Bagus "Gonk" Prabowo ketika menggelar pameran karyanya berupa batik kontemporer bertajuk "Respect to the Earth", di Yogyakarta, akhir pekan ini.

"Sejak dulu batik dibuat dengan motif-motif yang penuh makna. Misalnya batik kawung bercorak gabah dan intan melambangkan status sosial pemakainya. Sedangkan dalam pameran ini, motif batik yang saya lukis menyuarakan ajakan menghormati alam," katanya.

Ia mengatakan ide pameran ini didasari keinginan menyuarakan pesan untuk mencintai alam dengan menggunakan media tradisional.

"Saat ini ajakan mencintai alam sudah menjadi isu global, dan melalui pameran itu, saya ingin menyuarakan isu global tersebut melalui media yang mewakili tradisi Jawa yaitu batik," katanya.

Bagus menilai kepopuleran batik saat ini mengandung sebuah ironi. Batik yang sedang populer itu kebanyakan batik cap maupun batik cetak yang hanya mengandalkan nilai artistik, tanpa menyuarakan suatu gagasan. "Oleh karena itu, saya ingin menyuarakannya lagi," katanya.

Pada pameran batik kontemporer yang digelar di Via Via Traveller Cafe Yogyakarta ini, ia ingin menjaring wisatawan terutama wisatawan mancanegara. "Saya sengaja memilih tempat ini, karena selalu ramai dikunjungi wisatawan asing," katanya.

Melalui pameran itu, dirinya juga bermaksud memperkenalkan batik kontemporer kepada para wisatawan mancanegara.

Sebanyak 25 karya dipajang pada pameran yang berlangsung satu bulan yaitu dari 4 Juli sampai 4 Agustus 2010 itu.

Source : http://antaranews.com/berita/1278713856/batik-media-tradisional-untuk-pesan-global

No comments:

Powered by Blogger.