Dolar Menguat

London (ANTARA News) - Dolar AS menguat pada Senin, karena data pengeluaran konsumen Amerika Serikat yang keluar lebih kuat dari yang diperkirakan. Di sisi lain, pasar mata uang tetap waspada untuk tanda-tanda kambuh ke resesi, kata analis seperti dilaporkan AFP.

Euro merosot ke 1,2333 dolar dari 1,2381 dolar akhir perdagangan di New York pada Jumat. Terhadap mata uang Jepang, dolar sedikit berubah di 89,24 yen dari 89,23 yen pada Jumat.

Dolar terangkat setelah laporan pemerintah Amerika mengatakan pengeluaran konsumen Amerika sedikit naik pada Mei. Pertumbuhan pendapatan melambat dan tabungan meningkat sehingga memberikan kesan konsumen tetap berhati-hati di tengah tingginya pengangguran.

Departemen Perdagangan mengatakan pengeluaran konsumen naik 0,2 persen setelah flat pada April, sedikit lebih baik daripada peningkatan 0,1 persen yang diperkirakan oleh sebagian besar analis.

"Namun, tingkat tabungan pribadi naik menjadi empat persen, yang tertinggi sejak September tahun lalu menyatakan bahwa konsumen terus hati-hati," kata analis Michael Hewson dari CMC Markets.

Dengan pasar pada prospek untuk tanda-tanda jatuh kembali ke resesi, dia memperkirakan bahwa laporan-laporan data ekonomi akan mendorong pasar mata uang selama dalam seminggu "dengan fokus utama mungkin pada laporan pekerjaan AS Jumat ini."

Source : http://antaranews.com/berita/1277761751/dolar-menguat

No comments:

Powered by Blogger.