Joomla 1.5 VS Wordpress 2.7


Ada yang kompak pada kuartal tahun ini. Rilisnya dua CMS (content management system) terbesar di tahun ini di saat yang sama. Kok bisa? . Dua isu yang ikut mendorong keluarnya versi anyar ini adalah security bug, canggihnya SPAM, isu SEO, dan tuntutan industri desain template (factory and bussines template). Adakah kehebatan dan kekurangannya. Banyak? Mau tau. Tau lebih. Ikuti penelusuran penulis (http://syarifudin.web.id) menerawang lika-liku dua gadis CMS semok dan energik ini.

Bayi gurita Joomla 1.5 yang super genit dan semok

Sebagai bagian dari pecahnya kongsi Mambo Foundation, Joomla lumayan agresif dan genit menawarkan berbagai fasilitas CMS yang mumpuni dan canggih. Desain template yang knock-down, bisa dipetel-petel, bongkar pasang, membuat Joomla menjadi santapan para designer template. Fitur-fitur Joomla yang sempurna bak gadis priangan yang super cantik, membuat Joomla menjadi idola para web designer, webmaster, freebies, dan web developer.

Untuk ukuran framework berskala besar, Joomla terdepan (kayak slogan iklan motor aja) dalam hal pengembangan aplikasi. Banyak para web develeper yang menelurkan berbagai aplikasi tambahan yang menggiurkan. Sebut saja untuk ukuran direktori ada Mosets, yang mengembangkan aplikasi direktori super massive. Masih banyak developer lain yang berebutan merebut simpati Joomla dalam pengembangan aplikasi.

Isu keamanan Joomla rumit dan sumuk

Banyaknya fans dan komunitas yang menggunakan Joomla, membuat Joomla menjadi incaran perompak maya. Banyak free bies dan newbie yang terlena oleh keindahan tubuh Joomla. Membuat mereka melupakan isu sekuriti yang memang terbuka untuk diacak-acak. Apalagi bila mereka hosting di tempat webhost termurah dan terbuka keamanannya. Penulis banyak menjumpai web hosting yang ogah dan malas menambal atau melindungi hole system network-nya. Malah isu CMOD aja, webhoster ini gak peduli. Dibiarkan saja terbuka. Karena memang membutuhkan effort dan dana yang besar menambal system mereka.

Bagi developer Joomla, newbie ini menjadi pikiran mereka saat ini. Peluang terbukanya CMOD permission di webhoster murah tersebut menginspirasikan Joomla yang super ketat (namun gak pake pakaian ketat, tetap pakaian tertutup yang menutup auratnya). Ada isu baru dalam CMS Joomla yaitu system upload dan managemen administrasi menjadi super rumit dan kompleks. Sangat -sangat complicated.

Upload Plugin/Extensions susah-susah gampang

Permasalahan CMOD permissionnya yg tidak dihiraukan membuat developer Joomla mengisyaratkan kerumitan baru dalam mengotak-atik Plugin/Extensions Joomla. Urusan install plugins/extensions menjadi sangat susah. Menghindari XSS dan SQL injection, saat meng-upload plugins/Extensions harus melewati server hosting. Jadi tidak bisa lagi secara langsung. Diupload dulu diserver, baru kemudian diinstall lewat server hosting. Bila melalui local, persoalannya lebih rumit dan gagal upload.

Namun saya punya triknya untuk mengakali ini. Ikuti saja tulisan saya nanti

Bahasaku beda dengan bahasamu

Joomla mulai terbuka secara global pada Joomla 1.5. Kalau dulu bahasa hanya jadi bagian dari front-end (halaman situs) sekarang sudah membahasakan di halaman administrasi (control panel administration). Jadi saat menginstall Joomla, sudah ada pilihan bahasa yang mau digunakan. Untuk bahasa indonesia belum ada. (Kalau mau, saya punya sourcenya. Kirim komentar di sini kalau mau ). Jadi kemudahan installasi menjadi lebih mudah dan sederhana.

Lay-out dan tata kelola Control Panel


Joomla merealisasikan daftar keinginan pengguna Joomla agar memodernkan penampilannya di bagain back-end. Rupanya daftar antrian keinginan (wishlist) ini sudah diwujudkan. Joomla tampak simple, perkasa, singset, slim, powerfull dan modern banget. (Gak percaya silakan coba. Kalau sudah isi komentar anda di sini. ) Fitur lainnya akan saya bahas nanti.

Wordpress Makin Gemuk

Penulis jarang terlibat melakukan hacking atau otak-atik Wordpress. Karena Wordpress datang dengan tampilan sederhana dan simpel. Kecanggihannya dalam merekam jejak tulisan dalam log web, cms ini lumayan seksi. Beberapa kali penulis mencoba cms blog, namun Wordpress ternyata lebih SEMPURNA (macam andra backbone aja gayanya).

Namun di wordpress 2.5 mulai merambah ke framework yang lebih komplit. Banyak fitur-fiturnya yang tidak melayani plugin lama. Plugin-plugin lama berguguran, dengan wordpress seri baru ini. Tak ada LEGACY MODE (amnesti bagi plugin Joomla versi lama agar bisa diinstal). Banyak plugin-plugin lama yang tidak bisa migrasi secara total. Macam amputasi. Walau ada yang harus upgrade, malah errror. Saya mencoba upgrade flickrss dan youtube, ternyata tubrukan dengan function. Di berbagai forum banyak keluhan yang berkaitan dengan Wordpress. Untuk sementara blog ini tampil flat saja. Gak banyak plugin takut error. Karena sudah dua kali install plugin error melulu. Jadi ketar-ketir.

Ke depan Wordpress akan merajai dunia bisnis blogging dan content. Bagi para mafia adsense dan perompak iklan tayang di web, wordpress adalah korban yang berikutnya. Pelaku industri SEO dan pemburu Alexa ranking mulai mengembangkan senjata baru untuk menumpang di CMS Wordpress dalam rangka mendulang dolar untuk ditweak atau diakali biar mendongkrak rank. Bagi Content Blogger, Wordpress didamba kehadirannya.

Semua pihak mempunyai banyak kelebihan dan kekurangan. Kalau anda punya cerita silakan berbagi di sini. Uraikan komentar anda yang cerdas. Karena kecerdasan anda perlu diketahui orang lewat blog ini. Yuk mari!


sunmber : syarifudin.web.id

No comments:

Powered by Blogger.