November 5, 2009

E-commerce = UKM mandiri


Pembeli" terbanyak baju olah raga ini ternyata dari luar Jawa, demikian ungkap Ardi dari Bekasi yang baru memulai penjualan barang melalui Multiply.com sejak 4 bulan lalu. “Pembeli kerudung ini ada yang berasal dari Singapore, dan saya minta paling sedikit satu lusin, “ imbuh Benny yang mempromosikan barang-barang tersebut melalui mailing list Femina. Di setiap hari Jumat, dibuka kesempatan berjualan di mailing list ini.
Hendri dari Surabaya, sudah lebih dari satu tahun "menjual" tanaman Adenium melalui Internet, malah rekan saya ini menghadiahkan tanaman ini di ulang tahun saya. Yang dikirim cukup bonggol dan akarnya yang dibungkus dengan tanah, jadi tidak perlu bersama dengan pot.

Melalui Facebook, Rini "menjual" baju menggunakan fitur Photos, di mana mereka yang tertarik tinggal meletakkan tag nama mereka dan mengkonfirmasi pembelian dengan mengirim pesan.

Semua "pembayaran" dilakukan via transfer bank dan adanya saling kepercayaan antara pembeli dan penjual meski belum pernah saling bertemu. Mereka semua ingin memelihara reputasi. Hebat, kita sudah mentransformasi diri kita menjadi high trust society demi kebutuhan dan keinginan berwiraswasta.

Tas, kerudung, baju olahraga, tanaman, ini adalah sebagian kecil dari barang-barang yang "dijual" oleh teman-teman saya melalui "Internet". Fenomena Facebook dan blog membuka wawasan bagi mereka untuk mencoba peruntungan untuk menjadi pengusaha. Jejaring sosial (social network) menjadi alat yang efektif untuk menjalin hubungan pertemanan dan perdagangan. Bahkan jejaring sosial adalah satu-satunya alasan yang membuat konsumsi pornografi di Internet menurun, demikian ungkap Bill Tancer dari Hitwise, lembaga riset perilaku pengguna "Internet".


Educate, Empower and Enrich

Saya sangat beruntung ketika Telkom, yang menapak masuk menjadi perusahaan TIME (Telecommunication, Information, Media & Edutainment) memberikan kepercayaan kepada saya sebagai Chief Innovation Officer dalam pembentukan tim baru yang akan membangun kewiraswastaan di Indonesia ini. "Mojopia", perusahaan baru yang dibentuk ini, akan meluncurkan "Plasa.com" generasi kedua, di mana situs ini akan berorientasi untuk menjadi "Indonesia trusted online shopping".

Mimpi saya sederhana, bisa menyediakan layanan yang terbuka bagi rekan-rekan saya yang ingin menjadi pengusaha, tetapi punya keterbatasan akses dana, distribusi dan waktu.

Ardi, tadinya sedang in-between job, tetapi sekarang mengerjakan e-commerce dengan sepenuh hati. Hendry, Benny dan Rini, masih bekerja di perusahaan, dan mereka melakukan "penjualan online" sebagai pendapatan tambahan sebagai usaha membangun kemandirian.

Melalui kegiatan menjual secara "online" ini, mereka mempelajari penggunaan Internet, mau bersusah payah mencari barang, membungkus, mengirim dan belajar mendapatkan kepercayaan dari "pembeli". Ini adalah proses pembelajaran yang luar biasa.

Yang saya amati adalah mereka berubah dan memiliki paradigma baru, bahwa kekuatan menentukan masa depan berasal dari mereka sendiri. Ini yang saya sebut sebagai empowerment. Kemudian, kebebasan finansial kemudian menjadi hal yang wajar dan tergapai oleh mereka yang tadinya hanya bergantung pada satu sumber pendapatan.

Ketiga aspek Educate, Empower dan Enrich akhirnya menjadi suatu siklus yang pantas untuk diperjuangkan.


Ekosistem Bisnis

Pola bisnis "e-commerce" ini pada dasarnya terletak atas beberapa komponen, tersedianya platform untuk menampilkan "barang", proses pembayaran dan pengiriman.

Ada beberapa model untuk menjual, model paling sederhana adalah seperti laiknya iklan klasika, di mana "penjual" memasang listing barang-barang yang tersedia, Yang cukup terkenal adalah Craiglist di US, Alibaba di China dan Forum Jual Beli Kaskus.

Model berikutnya adalah yang menggunakan konsep "online store" seperti halnya eBay dan Amazon. Diperlukan platform yang cukup handal untuk menampilkan demikian banyak produk. Plasa.com menggunakan model online store ini. Facebook dan Multiply sebenarnya tidak dirancang sebagai "online store", tetapi kreativitas pengguna memanfaatkannya untuk berjualan secara online.

Faktor utama di dalam transaksi ini adalah faktor kepercayaan. Sementara ini solusi yang banyak diadopsi oleh pengguna di Indonesia adalah "transfer melalui bank". Nantinya dengan berkembangnya masyarakat, diperlukan kemampuan menggunakan berbagai alat pembayaran, seperti kartu kredit, kartu debit, mobile payment, dan banyak lagi.

Dengan didukung oleh nama besar Telkom, "Plasa.com" punya kesempatan baik membangun reputasi sebagai trusted online store di Indonesia. Apalagi dengan adanya kebutuhan untuk menjual barang ke pasar internasional.

Faktor pengiriman ternyata sudah disiasati dengan baik oleh para "penjual online" ini. Mereka sudah memiliki daftar pengiriman yang murah ke berbagai area.

Komponen paling penting adalah kegiatan pemasaran. Saat ini berbagai cara sudah mereka lakukan, mulai dari masuk ke mailing list, bergabung dengan komunitas hingga melakukan garage "sale".

Catur PW, pemilik tokohelm.com menargetkan komunitas sebagai media untuk pemasarannya. Market mereka adalah kalangan bikers yang komunitasnya tersebar di seluruh Indonesia dan helm adalah salah satu perlengkapan yang selain penting untuk keselamatan berkendara, juga menjadi identitas baik perorangan maupun komunitas.

Dengan bantuan metode pemasaran offline seperti garage sale, kupon promosi, iklan dan pameran, tentu bisnis e-commerce ini menjadi makin menarik bagi pengusaha-pengusaha UKM ini. Belum lagi jejaring sosial dan forum yang sudah ada dari plasa.com bisa dikembangkan menjadi komunitas yang sangat kuat.

Melalui kombinasi ekosistem bisnis ini, e-commerce akan berkembang pesat dan punya peran besar di dalam pembentukan masyarakat mandiri akibat dari pertumbuhan para wiraswasta baru ini.

"The world is really in your hand!"

Andi S. Boediman
Creative entrepreneur
Sumber : http://andisboediman.blogspot.com/2009/11/e-commerce-membangun-kemandirian-ukm.html

No comments:

Post a Comment