January 8, 2019

Selamat tahun baru 2019

Hai teman teman, selamat tahun baru 2019 ya. semoga semua yang diinginkan tercapai

Sandiaga Target Ciptakan 2 Juta Lapangan Kerja Baru Pakai OK OCE

Jakarta - Gerakan Penciptaan Lapangan Kerja OK OCE mengumumkan ketua umum dan jajaran baru organisasi Perkumpulan Gerakan OK OCE. Dalam jajaran yang baru ini ingin membawa OK OCE menjadi tempat pembukaan lapangan kerja.

Dalam lima tahun ke depan, OK OCE Indonesia mengharapkan menciptakan lebih dari 2 juta lapangan kerja baru di Indonesia baik di level mikro dan medium agar perekonomian kerakyatan Indonesia dapat tumbuh.

"Saya mengucapkan terima kasih atas amanah yang diberikan kepada saya sebagai Ketua Umum OK OCE, dengan kepercayaan dan amanah yang diberikan ini akan saya jalankan bersama dengan tim sehingga OK OCE dalam mengembangkan wirausaha dan penciptaan lapangan kerja di DKI Jakarta dan seluruh wilayah di Indonesia," ujar Ketua Umum Gerakan Perkumpulan OK OCE, Iim Rusyamsi, dalam keterangan resmi yang diterima Kamis (20/12/2018).

Baca juga: Dibawa ke Tingkat Nasional, OK OCE Punya Ketua Baru

Perubahan dan persetujuan badan hukum Perkumpulan Gerakan OK OCE ini telah dikatakan pada Notaris: Erni Rohani, SH, MBA, Nomor: 1 Tanggal 4 Desember 2018 dan Surat Keputusan Kementerian Hukum dan HAM RI nomor AHU 0000945.AH.01.08 Tahun 2018 tertanggal 10 Desember 2018.

Perubahan ini terkait meningkatnya kebutuhan untuk pengembangan gerakan penciptaan lapangan kerja OK OCE pada skala nasional, hal ini juga dilakukan setelah melihat antusias dan respon positif masyarakat dengan gerakan ini.

Gerakan ini bertujuan untuk menciptakan lapangan kerja baru berbasis kewirausahaan di Indonesia dengan konsep ekonomi berbagi (sharing economy) yang dijalankan dengan ekosistem yang pada akhirnya akan memberikan manfaat ekonomi sekaligus manfaat sosial dan budaya untuk masyarakat Indonesia.

Di skala nasional akan dikembangkan One Kabupaten/Kota/Kampung, One Center for Entrepreneurship.

Selama setahun ini, sejak berdirinya Gerakan Penciptaan Lapangan Kerja OK OCE setahun lalu di DKI Jakarta, yang diinisiasikan melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan Perkumpulan Gerakan OK OCE, sudah ada 53,000 warga di daerah DKI Jakarta diberikan pelatihan kewirausahaan dan lebih dari 12.020 warga mendapatkan ijin usaha mikro dan kecil serta mereka mampu membuka lapangan kerja baru di DKI Jakarta sebanyak 21.236.

Baca juga: OK OCE Skala Nasional akan Dideklarasikan di 514 Kabupaten Kota

OK OCE akan terus mendukung dan menjalankan Peraturan Gubernur DKI Jakarta nomor 102 tahun 2018 tentang Pengembangan Kewirausahaan Terpadu.

Iim dikenal sebelumnya sebagai salah satu Founder dari komunitas Wirausaha Tangan di Atas dan aktif di organisasi kewirausahaan lainnya.

Selama setahun terakhir menggerakkan masyarakat seluruh Indonesia khususnya DKI Jakarta untuk aktif di dalam kegiatan penciptaan lapangan kerja melalui kewirausahaan OK OCE.

"Kami harapkan gerakan ini dapat berkontribusi positif terhadap perekonomian di daerah-daerah, bukan hanya di DKI Jakarta saja", tambah Iim.

Menaker Klaim Sudah 10 Juta Lebih Lapangan Kerja Tercipta

Jakarta - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengklaim berhasil melewati target dalam hal penciptaan lapangan pekerjaan. Dengan begitu, tingkat pengangguran di Indonesia dapat semakin berkurang.

Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri mengatakan bahwa dari tahun 2015 hingga 2018, Kemnaker telah melampaui target penciptaan 10 juta lapangan kerja di Indonesia. Tiap tahunnya, Kemnaker memiliki target 2 juta penciptaan lapangan kerja.

"Dalam kurun waktu 2015 hingga Desember 2018 Kemnaker telah berhasil menempatkan 10.340.690 orang atau sudah melampaui target penciptaan 10 juta lapangan kerja, namun penciptaan 2 juta lapangan kerja pada tahun 2019 harus tetap dilaksanakan," jelasnya di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (8/1/2019).

Baca juga: Tingkatkan Kinerja Kementerian, Hanif Lantik Pejabat Baru

Presiden telah menetapkan bahwa target yang harus dicapai dalam menciptakan lapangan kerja adalah 2 juta per tahun. Meski begitu, pihaknya tidak berpuas diri dan akan terus meningkatkan kinerja.

"Janji bapak presiden kan 2 juta per tahun, sampai akhir 2018 sudah tercapai 10 juta yang telah ditempatkan, 2019 tetap harus kita genjot untuk melakukan penciptaan minimal 2 juta (lapangan kerja)," tambahnya.

Baca juga: Buka Rakor, Menaker: Angkatan Kerja RI Didominasi Lulusan SMP

Pihaknya akan terus mendorong perluasan kesempatan kerja dengan menambah informasi pasar kerja hingga berwirausaha.

"Melalui informasi pasar kerja, penempatan tenaga kerja dalam dan luar negeri, dan perluasan kesempatan kerja padat karya, wirausaha baru dan inkubasi bisnis," tutupnya. (dna/dna)

Lion Air Boleh Pasang Tarif Bagasi

Jakarta - Direktur Jenderal Perhubungan Udara Polana B. Pramesti mengatakan penggunaan bagasi pada maskapai dapat dikenakan biaya asal memenuhi syarat dan tahapan sesuai peraturan Menteri Perhubungan yang berlaku. Syaratnya adalah maskapai tersebut termasuk dalam kelompok pelayanan standar minimum (no frills) alias kelompok pelayanan berbasis biaya rendah.

Ketentuan mengenai bagasi diatur dalam Pasal 22 Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 185 Tahun 2015 tentang standar pelayanan penumpang kelas ekonomi angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri.

Dalam aturan tersebut disampaikan bahwa setiap maskapai dalam menentukan standar pelayanan memperhatikan kelompok pelayanan yang diterapkan masing-masing maskapai, termasuk kebijakan bagasi tercatat disesuaikan dengan kelompok pelayanannya.

"Sebagaimana diatur dalam pasal 3 PM 185 Tahun 2015, terdapat tiga kelompok pelayanan yang diterapkan oleh masing-masing badan usaha angkutan udara niaga berjadwal yakni pelayanan dengan standar maksimum (full services), pelayanan dengan standar menengah (medium services) dan pelayanan dengan standar minimum (no frills)," kata Polana dalam keterangan resmi, Selasa (8/1/2019).

Adapun Lion Air dan Wings Air masuk dalam daftar kelompok pelayanan dengan standar minimum. Lion air dan Wings Air satu kategori dengan Air Asia, Citilink dan Susi Air.  "Kelompok no frills dapat dikenakan biaya," kata Polana.

Baca juga: Aturan Ini yang Bikin Lion Air Bisa Kenakan Tarif Bagasi

Namun demikian, meskipun secara regulasi bagi kelompok pelayanan no frills dapat dikenakan biaya terhadap ketersediaan bagasi tercatat, tetap harus memastikan terpenuhinya sisi regulasi dan kelancaran pelayanan bagi para penumpang.

"Apabila terdapat maskapai yang melakukan perubahan terhadap ketentuan pemberian bagasi cuma-cuma (FBA), maka diwajibkan untuk melaksanakan beberapa persyaratan dan tahapan" jelas Polana.

Persyaratan dan tahapan tersebut adalah sebagai berikut:

a. Melakukan perubahan SOP Pelayanan Penumpang Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri (sebagaimana ketentuan pasal 63, PM 185 Tahun 2015) untuk mendapatkan persetujuan Direktur Jenderal Perhubungan Udara terlebih dahulu.

b. Memastikan kesiapan SDM, personil dan peralatan yang menunjang perubahan ketentuan FBA, sehingga tidak menimbulkan adanya antrean di area check-in counter, di area kasir pembayaran bagasi tercatat serta kemungkinan gangguan operasional dan ketertiban bandara lainnya yang dapat menimbulkan keterlambatan penerbangan.

c. Melaksanakan sosialisasi secara massif kepada masyarakat luas (calon penumpang) melalui media cetak, elektronik dan media sosial.

d. Melaksanakan koordinasi yang intensif dengan stakeholder terkait antara lain Badan Usaha Bandar Udara, Unit Penyelenggara Bandar Udara dan Kantor Otoritas Bandar Udara.

"Dengan dilakukannya hal-hal tersebut maka diharapkan setiap perubahan kebijakan yang dilaksanakan telah dipahami masyarakat dan berjalan dengan baik di lapangan", ujar Polana

Video motion graphic

Hi. Udah lama ngga posting. Kali ini aku mau posting video iseng iseng